Recent Post »

Cerita Sex Artis Dewi

Diposkan oleh Barbie Najwa on Jumat, 06 Juni 2014

Hujan deras di malam ini membuat semua orang malas untuk pergi keluar,  suasana malam ini sangat dingin semakin menambah alasan untuk  orang-orang tidak pergi keluar rumah, begitupula dengan suasana sekitar  rumah Dewi, para tetangga kiri-kanan dan di depan rumah Dewipun enggan  untuk keluar rumah, tidak ada satupun dari para satpam yang meninggalkan  pos jaga mereka, tidak seperti biasanya mereka selalu terlihat  mengobrol di jalanan komplek perumahan mewah itu. Ternyata tidak semua  orang malas berada di luar rumah, sebuah mobil minibus berjalan perlahan  memasuki komplek perumahan mewah itu, tidak ada seorangpun yang  menyadari mobil itu memasuki komplek perumahan mewah itu, karena  derasnya hujan sehingga suara mobil itu tidak terdengar oleh seorangpun  apalagi lampu mobil itu tidak dinyalakan, seolah-olah sedang mencari  alamat ke empat orang di dalam mobil itupun menengok ke kiri dan kanan  jalan, terlihat mobil itupun berhenti di depan rumah Dewi.



“Nampaknya rumah ini yang paling bagus, boss,” kata salah satu orang di dalam mobil itu.
“Hhmmmm…. Rumah baguskan belum tentu isinya bagus juga,” kata orang yang dipanggil boss.
“Tapi boss, kita coba dulu masuk ke situ kalau tidak bagus kita pindah ke rumah yang lainnya,” sahut yang satunya lagi.
“Hhhmmm…baiklah…  kita coba masuk kerumah yang ini dulu, baru kalau tidak bagus kita  pindah ke rumah yang lainnya, gua jalanin ilmu sirep gua, hhhmmmm..kalau  gua jalanin dari sini dengan rumah-rumah sebesar ini paling ilmu gua  bisa bikin tidur sekitar 10 rumah, jadi kita harus gerak cepat kalau  tidak ada yang bagus dalam rumah ini, ilmu gua bisa bertahan hanya  sampai subuh saja, begitu kedengaran adzan subuh ilmu gua pasti hilang  pengaruhnya, sekarang jam 9 malam jadi waktu kita lumayan banyak, untuk  masuk ke setiap rumah-rumah yang kena pengaruh ilmu sirep gua,” kata  orang yang dipanggil boss itu.
“Beres Boss,” kata ketiga orang lainnya serempak.
Terlihat  sang Boss mulutnya berkumat-kamit merapal ajian ilmu sirepnya, di dalam  pos jaga, Marno dan Dayat yang kebetulan sedang tugas di malam ini  terlihat sedang asyik menonton acara TV, keduanya terlihat tertawa-tawa  menyaksikan lawakan-lawakan di acara TV tersebut, mereka tidak menyadari  kehadiran sebuah mobil di depan rumah Dewi ini, karena suara hujan yang  keras berjatuhan di genteng pos mereka yang kadang-kadang dibarengi  suara guntur yang menggelegar serta suara TV mereka yang keras. Tak lama  mulai terlihat Marno dan Dayat menguap berkali-kali, kantuk mulai  menyerang mereka, kelopak mata mereka terasa berat, tanpa mereka sadari  keduanya jatuh tertidur dengan lelapnya, mereka berdua sudah terpengaruh  oleh ilmu sirep yang dilancarkan orang yang di dalam mobil minibus itu.

Saat  mobil minibus itu berhenti di depan rumah Dewi, Dewi baru saja selesai  mandi dan sedang memakai cream malam di depan meja riasnya, tubuhnya  yang seksipun belum mengenakan satu helai kainpun, selesai memakai cream  malamnya Dewi merasakan kantuk yang sangat kuat menyerang dirinya, dia  merasakan kelopak matanya sangat berat untuk dibuka, karena sudah tidak  tahan lagi akhirnya diapun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya  dalam keadaan telanjang bulat, terlihat Dewi sudah tertidur dengan  lelapnya, Dewi sudah tidak memperdulikan dirinya belum mengenakan  pakaian tidurnya karena rasa kantuknya yang sangat kuat mendera dirinya  ini. Rasa kantuk yang sangat kuat ini dirasakan pula oleh para  pembantunya, merekapun tertidur dengan lelapnya, bukan hanya orang-orang  di rumah Dewi saja yang terserang kantuk yang sangat kuat itu, tetapi  orang-orang di rumah-rumah di sekitar rumah Dewipun terserang rasa  kantuk ini dan merekapun jatuh tertidur tanpa menyadari bahwa mereka  semua telah terkena ajian sirep orang yang di dalam mobil minibus itu.  Kira-kira seperempat jam setelah melancarkan ajian sirepnya, salah satu  dari keempat orang itu keluar dari mobil dengan mengenakan payung, orang  tersebut perlahan-lahan menghampiri gerbang rumah Dewi, dari celah  pintu gerbang orang tersebut mengintip keadaan di balik pintu gerbang  itu, matanya langsung tertuju kearah pos satpam, dan orang tersebut  melihat ke dua satpam rumah Dewi sudah terkulai, orang inipun tersenyum  lalu tanganya menyusup masuk ke dalam pintu gerbang kecil itu dan  menarik grendel pintu gerbang kecil itu, diapun masuk ke dalam gerbang,  setelah berada di dalam dia menutup pintu gerbang kecil itu, orang  tersebut menuju ke pos satpam dan memastikan bahwa ke dua orang satpam  yang ia lihat itu benar-benar tertidur, setelah yakin kedua satpam itu  tertidur pulas, dia lalu membuka pintu gerbang utama rumah Dewi dan  memberi tanda kepada orang di dalam mobil untuk memasukkan mobilnya.  Mobil minibus itupun memasuki pekarangan rumah Dewi, orang itupun  menutup kemabli pintu gerbang utama rumah Dewi setelah mobil minibus itu  berada di dalam pekarangan rumah Dewi, sang sopir memarkir mobilnya di  bawah awning di depan garasi rumah Dewi, terlihat setelah menutup pintu  gerbang utama itu orang tersebut segera menghampiri ketiga rekannya yang  saat itu keluar dari mobil.
“hehehehehe…hebat boss, ilmumu hebat, pada ngorok dach tuch satpam, perlu gua ikat gak boss,” kata orang itu.
“hehehehehe…iyach  dong gak percuma gua berguru sepuluh tahun, gak perlu mereka gak akan  bangun biar ada gempa sekalipun, mereka semua bisa terbangun kalau  mendengar adzan subuh saja, dan tidak akan menyadari bahwa mereka baru  saja terkena ajian gua,” kata si Boss.
“Ayo sekarang kita masuki  rumah ini, kita lakukan dengan cepat, kalau hasilnya kurang memuaskan,  kita bisa garap rumah yang lainnya,” lanjut si Boss.
“Siap boss,” ketiga orang itu menjawab serempak.
Ke  empat orang itu mulai memasuki rumah Dewi melalui pintu garasinya, satu  per satu ruangan di rumah Dewi mereka masuki dan mereka periksa  semuanya tanpa terlewat, satu per satu setiap lemari dan laci mereka  geledah, mereka menggeledah dengan teliti tanpa mengobrak-abrik isi dari  lemari atau laci, nampaknya mereka sudah sering melakukan perampokan,  terlihat dari cara mereka yang tenang tidak tergesa-gesa dan tidak  mengobrak-abrik isi lemari atau laci, sehingga si empunya baru menyadari  mereka kerampokan adalah saat mereka membutuhkan barang-barang mereka,  dan nampaknya juga mereka tidak memperdulikan dengan barang-barang  elektronik, yang mereka incar adalah perhiasan-perhiasan.

Ruangan  demi ruangan telah selesai mereka geledah, perhiasan yang telah mereka  dapatkan saat ini tidaklah terlalu banyak karena mereka hanya  mendapatkan dari kamar anak tirinya Dewi dan dari ruang kerjanya saja,  terlihat wajah mereka menampakkan kekecewaan dengan hasil yang telah  mereka peroleh saat ini, yang tertinggal belum mereka geledah hanya 1  ruangan lagi, dan ruangan itu adalah kamar tidurnya Dewi, mereka  berempat sangat berharap dari ruangan yang tersisa ini mereka akan  mendapatkan lebih banyak lagi perhiasan agar mereka tidak perlu menjarah  rumah-rumah yang lainnya, 1 rumah sudah cukup untuk malam ini bila  mereka memperoleh perhiasan yang cukup untuk dibagi berempat. Ke empat  orang inipun bergegas masuk kedalam kamar tidur Dewi, orang terakhir  menutup pintu kamar tidur Dewi dan menguncinya, mereka selalu melakukan  hal tersebut sekedar berjaga-jaga saja apabila ada orang yang terbangun  dari ajian boss mereka walaupun boss mereka bilang bahwa tidak ada yang  bangun sebelum adzan subuh, saat ke empat orang itu menyusup masuk ke  dalam kamar tidur Dewi itu, mereka menjadi tertegun saat melihat di atas  tempat tidur tergolek sesosok tubuh wanita telanjang, ke empatnya  hampir berbarengan menelan air liur mereka masing-masing. Ke empat  pasang mata mereka terbelalak saat melihat tubuh telanjang Dewi, mereka  melihat sepasang bukit kembar Dewi yang mengkal seperti tak pernah  tersentuh oleh tangan lelaki bergerak perlahan naik turun seiring dengan  nafas Dewi yang sedang terlelap tidur, mereka juga melihat gundukan  hitam yang terawat di atas belahan vaginanya, kemaluan mereka segera  menggeliat bangun melihat pemandangan seperti ini yang belum pernah  mereka lihat seumur hidup mereka. Keempat orang ini bukanlah baru  pertama kali melihat perempuan telanjang, sudah sering mereka melihat  tubuh-tubuh telanjang, tapi baru pertama kali ini mereka melihat tubuh  telanjang yang semulus ini dan kedua payudaranya yang sangat indah, ke  empat orang ini berpandangan mata, di wajah mereka tersungging senyuman,  nampak ke empat orang itu menghampiri tempat tidur Dewi, rupanya mereka  lupa dengan tujuan mereka yaitu merampok rumah Dewi ini, saat ini dalam  pikiran mereka adalah ingin melampiaskan nafsu birahi mereka pada tubuh  telanjang Dewi, ke empat orang ini bagaikan singa-singa lapar yang  mendapatkan suguhan daging yang siap di santap, tanpa ada yang memberi  aba-aba ke empat orang itu serempak melucuti pakaian yang mereka  kenakan. Dengan tubuh yang sudah telanjang bulat dan dengan kemaluan  yang sudah berdiri ngaceng, ke empatnya kembali berpandangan sambil  menyeringai, malam ini mereka mendapatkan durian runtuh karena mereka  akan menikmati tubuh mulus si empunya rumah, mereka tahu bahwa tubuh  telanjang yang berada di depan mata mereka adalan si empunya rumah  karena mereka lihat dari bentuk dan besarnya kamar tidur ini, tapi yang  mereka tidak sangka adalah si empunya rumah ini sangat cantik dan  memiliki tubuh yang seksi, dan secara kebetulan juga mereka mendapatkan  nyonya rumah ini tertidur dalam keadaan telanjang bulat serta sendirian  di kamar tidurnya.
Amir, Abdul, Komar & si Boss
Tubuh telanjang ke empat orang itu dengan senjata masing-masing yang  teracung menghampiri tubuh telanjang Dewi yang sedang terlelap tidur,  tubuh Dewi dengan mudah mereka geser ke tengah tempat tidur, salah satu  dari ke empat orang itu yang selalu dipanggil boss oleh yang lainnya  segera menghampiri bagian bawah tubuh Dewi, kedua kakinya Dewi di buka  lebar-lebar, sehingga bibir vagina Dewi terpampang dengan jelas oleh  mata mereka, kedua tangan si boss mulai merambah bibir vagina Dewi dan  mulai menguakkan vagina Dewi, sehingga lubang senggama Dewi yang  berwarna merah muda terpampang di mata si boss rampok itu, terlihat  lubang senggama Dewi begitu kecil si bosspun menyeringai melihat hal  itu.
“Gila…lubang memeknya masih rapet nich, kecil bener seperti lubang memek perawan aja,” kata si Boss.
“masa sich boss, dia kan punya suami masa lubang memeknya kecil,” kata si orang yang membuka pintu gerbang.
“Loe lihat aja sendiri kalau gak percaya Dul,” kata si boss.
“Hahahaha…si Abdul bukan gak percaya boss, tapi dia pengen lihat tuch,” kata orang yang satunya lagi.
“Ehhh…kan bukan gua aja yang pengen lihat, loe sama si komar pasti pengen juga lihat kan,” kata si Abdul.
“Lha  kalau gua sih pasti pengen lihat yang di bilang si boss, kalau si Amir  sich gak mau lihat, hehehehe…dia sih mau masukin kontolnya aja tuch,”  kata si Komar
“hehehe…kalau itu sich pasti, tapi gua juga penasaran  ama perkataan si boss tuch, masa sich orang yang punya suami lubang  memeknya kecil, seperti gak pernah dientot aja ama lakinya,” kata si  Amir.
“Ckckckckkckck…..” ketiga orang itu berdecak setelah  menyaksikan lubang memek Dewi yang betul-betul kecil seperti tidak  pernah di terobos kemaluan lelaki saja.
“Khan…bener yang gua bilang,  ini suaminya pasti udah impoten, punya istri bahenol seperti begini gak  pernah dipakai,” kata si Boss.
“kita aja yang bantuin suaminya boss, biar nich nyonya bisa ngerasain enaknya di entot,” kata si Abdul.
“Hehehehe….tenang Dul, gua dulu baru udah gitu giliran kalian ngerasain nich memek,” kata si boss.
“Untuk  sekarang kalian nikmatin saja dulu minuman pembukanya, giliran jangan  rebutan,” kata si boss sambil menunjuk kedua payudara Dewi.
Komar,  Amir dan Abdul berunding menentukan siapa yang duluan mengenyot-ngenyot  susu Dewi, akhirnya mereka memutuskan Amir dan Komar yang bertugas  mengenyoti payudara Dewi sementara Abdul kebagian bibir Dewi, Dewi  mendesah dalam tidurnya saat kedua mulut Amir dan Komar menyerang kedua  buah dadanya, Amir menyerang payudara Dewi yang sebelah kiri sementara  yang sebelah kanan di serbu dengan penuh nafsu oleh Komar, kedua orang  itu menghisap-hisap kedua putingnya Dewi dengan rakus sementara tangan  merekapun tidak mau ketinggalan meremas-remas payudaranya yang mengkal.

“Hhhhmmmm…sslrrrpppp….gilaaaa…bosss…teteknya  aja masih mengkal bener nich…  hhmmmm…sssllrrrppp..hhhmmm…sslrrrppp….tetek perawan aja kalah  mengkalnya…. Hhhmmmm…ssllrrrppp….kayanya nich tetek di kasih silikon  nich,” kata Amir di tengah kesibukannya menghisap-hisap payudara Dewi.
“Iyaachhh…bosss…bener…kata si Amir…wuiiihhh…beruntung bener nich kita malam ini,” Komar menimpali perkataan Amir.
“yach  udah nikmatin aja rejeki nomplok ini, gak akan ketemu dua kali yang  model beginian sich, gua mau nikmatin ngejilat memeknya yang sempit,”  kata si boss.
Lidah si boss mulai menjulur ke bibir vagina Dewi,  dengan penuh nafsu bibir vagina Dewi mulai dijilatinya, diselingi dengan  hisapan-hisapan lembut di kelentitnya Dewi, terdengar Dewi mendesah  kembali di dalam tidurnya, suara desahan Dewi bercampur aduk dengan  suara sruputan ketiga orang itu yang sedang asyik menghisap-hisap kedua  tetek dan kelentit Dewi, sementara Abdul hanya pasrah mendapatkan bibir  Dewi, dia hanya bisa mengoles-oleskan kemaluannya di bibir Dewi yang  sedang mendesah, entah Dewi sedang bermimpi apa saat ini. Kedua  putingnya Dewipun sudah mencuat, karena hisapan Amir dan Komar, kedua  putingnya itu sudah mengeras, lidah Amir dan Komarpun menari-nari di  kedua putingnya Dewi itu, sementara si bosspun melihat kelentitnya Dewi  sudah menongol keluar dari persembunyiannya akibat hisapan-hisapannya,  memek Dewipun sudah mulai basah oleh air ludah si boss dan cairan  precumnya Dewi, si boss sudah merasakan vagina Dewi yang sedang di  jilatinya itu mengeluarkan cairan precumnya, karena lidahnya sudah  merasakan vagina itu menjadi asin.
“hhhmmmm….sslllrrrppp….gila…nich..memek..wangi  bener…gurih lagi rasanya…bener-bener jarang dipake nich memek….kasihan  bener nich cewek..gak pernah disentuh ama lakinya….” Kata si boss di  tengah kesibukannya menjilati vagina dan menghisap klitoris DewiSi boss tidak tahu bahwa vagina Dewi sudah mendapatkan servis dari Ki  Jaya sehingga vaginanya seperti tidak pernah dipake dan memeknya selalu  wangi.
“Boss, gimana kalau ini cewek boss bikin sadar, biar punya gua bisa diemut-emut mulutnya nich,” kata Abdul.
“Sabar  Dul, nanti juga dia akan sadar sendiri, ilmu sirep gua bukan hanya  sirna kalau ngedengin adzan subuh tapi juga hilang dengan sendirinya  bila yang terkena ilmu sirep gua, lubang memeknya dimasukin kontol gua,  jadi sabar ntar begitu kontol gua mulai masuk ke dalam lubang memeknya,  dia akan sadar dengan sendirinya,” jelas si boss.
“Yach udah cepet masukin tuch kontol, biar kontol gua juga bisa ngerasain diemut-emut bibir nich cewek,” kata Abdul lagi.
“hehehehehe…gak sabaran bener loe,” kata si boss.
Si  bosspun mulai bersimpuh di depan selangkangan Dewi, dia mulai  mengarahkan kemaluannya ke vagina Dewi, kepala penisnya mulai ia  selipkan di belahan vagina Dewi,
Sssllleeeeeeppppppp….nampak kepala penisnya mulai hilang dalam jepitan  vagina Dewi, si boss melenguh panjang bersamaan dengan lenguhan Dewi  yang masih tertidur itu.
“ooouuugghhhhh….gilaaaa….memeknya  bener-bener rapet….,” lenguh si Boss merasakan jepitan vagina Dewi yang  sangat ketat menjepit kepala penisnya.
Kedua tangan si boss mulai  memegangi bagian dalam paha Dewi dan menekannya keluar sehingga kedua  kaki Dewi semakin mengangkang, lalu dengan perlahan dia mulai melesakkan  penisnya menerobos lubang senggama Dewi, si boss merasakan betapa  sempitnya lubang senggama Dewi ini, dinding vaginanya menempel ketat  pada batang kemaluannya, si boss ini merasakan enak yang sangat luar  biasa, lenguhan panjangnya terdengar saat dia menekan masuk kemaluannya  itu.
“Ooooooooohhhhhh…mak dirodok, memeknya peret  sekali…..ooooohhhhhhhh…kontol gua …oooooooooohhhhh….kejepit sekali……”  lenguh si boss.
Betul apa yang dibilang si boss, saat kemaluan si  boss mulai menerobos lubang vagina Dewi, perlahan-lahan Dewi mulai  membuka matanya dan Dewi terkejut saat melihat tubuh telanjang Abdul dan  batang kemaluannya yang menempel di bibirnya, ia berusaha bergerak tapi  usahanya sia-sia karena tubuh, tangan dan kakinya berada dalam  cengkraman ke 4 orang itu, Dewi baru menyadari bahwa bukan hanya Abdul  saja yang ada dalam ruangan ini, tetapi ada 3 orang lagi yang berada  dalam ruangan ini dan tubuh merekapun tanpa penutup sehelai kainpun.  Dewi heran dengan kehadiran ke empat orang tak dikenal ini di kamar  tidurnya dan dalam keadaan bertelanjang bulat, dan ia bertambah heran  karena saat ini dia merasakan lubang vaginanya tersumpal oleh kemaluan  salah satu dari keempat orang ini, dalam hatinya dia sebetulnya merasa  senang karena malam ini vaginanya sedang tersumpal oleh kemaluan lelaki,  tapi dia pura-pura berontak mencoba untuk melepaskan sumpalan kemaluan  tersebut di lubang vaginanya, tapi rontaannya tidak membuahkan hasil  karena ke empat orang ini memegangi dengan kuat, tubuh mereka tidaklah  besar tapi berotot dan keempat tubuh mereka banyak dihiasi dengan tatoo,  wajah mereka semua sangat menyeramkan jauh dari tampan, Dewi menyadari  bahwa rumahnya saat ini kemasukan perampok yang saat ini sedang berada  di dalam kamar tidurnya, dan salah satu dari mereka sedang membenamkan  kemaluannya ke dalam lubang vaginanya.
“Eeeehhh…mau apa  kalian….lepaskan aku…jangan…jangan…tolong ambil yang kalian mau tapi  jangan perkosa aku, heeeeggghhhh,” kata Dewi sambil masih berusaha  meronta dan melenguh saat si boss membenamkan dalam-dalam penisnya di  dalam lubang vaginanya.
“Sssstttt…tenang…neng…tenang…biarpun kamu  berteriak sekuat-kuatnya tidak akan ada yang mendengar dan tidak akan  ada yang datang untuk menolong, jadi nikmatin aja titit-titit kami ini,  hehehehehehe…kamu pastikan merasa kesepian tidak pernah ada yang  memberikan kehangatan….sama..hehehehe…tidak pernah ada yang menengoki  memekmu, jadi biar kami yang memberikan itu semua sama kamu,” kata Abdul  sambil berusaha memasukkan penisnya ke dalam mulut Dewi.Dewi masih berusaha meronta dan kepalanya bergoyang ke kiri dan kanan  menghindari penis si Abdul yang sedang berusaha untuk memasuki mulutnya,  sementara Amir dan Komar menahan dengan kuat kedua tangan Dewi, dan  mulut mereka masih menyerang kedua payudara dan putingnya, dan si boss  yang saat ini sedang merasakan penisnya terbenam dalam vagina Dewipun  memegangi dengan kuatnya kedua kakinya, kedua tangannya yang berotot  memegangi dengan kuat kedua paha Dewi dan menekannya kearah luar  sementara itu pantatnya mulai memompa maju-mundur, dan si boss mulai  merasakan ketatnya dinding vagina Dewi bergesekan dengan batang  kemaluannya yang keluar-masuk seirama dengan gerakan maju-mundur  pantatnya.
”oooooggghhhh…gila…neng…memekmu bener-bener rapet sekali  nich, eecchhhh… berdenyut lagi.. uuuiiiiihhhh….kontolku seperti  diremas-remas sama memekmu nich…. Oooohhhhh….goblok bener nich suamimu  neng, punya memek begini gak pernah dipakai, biarlah gua aja yang makai  dan menikmati memek sempit ini,” lenguh si boss.
Abdul masih berusaha  memasukkan penisnya ke dalam mulut Dewi, dengan dengkulnya dan tangan  kirinya dia menahan kepala Dewi agar tidak bisa bergoyang kekiri dan  kekanan, lalu tangan kanannya memegangi kontolnya dan menekankan ke  bibir Dewi, karena mulut Dewi masih tertutup akhirnya dia memencet  hidung Dewi sehingga Dewi gelagapan berusaha nafas dengan mulutnya, saat  mulutnya Dewi terbuka dengan sigap Abdul memasukkan penisnya ke dalam  mulut Dewi.
“Gggggllluuuuupppp……” Dewi gelagapan saat penis Abdul menerobos mulutnya.
“Oooooohhhhh….ayo  neng emut-emut kontolku ini……jilatin kontolku…ayooo…gak usah  malu-malu…kan kamu jarang dapet kontol neng, ini mumpung ada jadi  nikmatin ajach..hehehehehehe,” Abdul terkekeh saat berhasil memasukkan  penisnya ke dalam mulut Dewi.
Diserang oleh ke empat orang ini Dewi  sebetulnya merasa senang, dia berpikir malam ini dia akan dapat  menikmati 4 batang kemaluan mereka, tapi karena mereka bukanlah  orang-orang yang ia kenal, maka dia tetap pura-pura berusaha menolak  sambil dia mulai merasakan enak vaginanya disodok-sodok oleh kemaluan si  boss, Dewi berusaha tidak memperlihatkan dan mengeluarkan suara-suara  desahan, karena dia ingin merasakan perkosaan yang sedang di alaminya  ini, perbuatan kasar mereka memberikan sensasi kenikmatan yang berbeda.  Memang perbuatan-perbuatan ke empat orang ini kasar-kasar, si boss yang  sedang mengeluar-masukkan penisnya di vagina Dewi, sodokan-sodokan yang  di lakukannya terbilang kasar terutama saat dia menghujamkan batang itu  ke dalam lubang Dewi, gerakan keluar masuknya tidak bisa dibilang halus,  entah karena si boss ini mantan residivis jadi perbuatannya kasar atau  karena dia sangat bernafsu sekali menyetubuhi Dewi, penisnya keluar  masuk di lubang senggama Dewi dengan cepat dan kasar, Dewi ingin  mendesah keenakan tapi dia berusaha untuk menahan mulutnya tidak  mengeluarkan suara desahan.

Amir dan Komarpun perlakuan mereka di  kedua payudara Dewi sangat kasar, remasan-remasan tangan mereka sungguh  kasar entah karena tangan mereka yang kasar atau karena mereka memang  kasar karena mereka juga bekas residivis, terlihat kedua payudara Dewi  yang mengkal itu memerah bekas jari-jemari tangan mereka, kedua  putingnya Dewipun tak luput dari perlakuan kasar mereka, kedua putingnya  Dewi terlihat semakin mencuat dan mengeras akibat perlakuan kasar  mereka, kedua putingnya Dewi sering mereka tarik-tarik menggunakan mulut  mereka dan dihisap-hisap dengan kuatnya. Abdulpun begitu juga,  kontolnya sering ia pukul-pukulkan di bibirnya Dewi, dan saat di dalam  mulut Dewi iapun menyodok-nyodokkan kontolnya itu dengan kasar, terlihat  pipi Dewi sering melembung akibat sodokan kontolnya, Dewipun sering  gelagapan saat Abdul menyodok-nyodokkan kontolnya itu, tapi Dewi sendiri  merasakan enak dan sakit di perlakukan begitu oleh mereka.
“Sudddaaahhhh…hentikaan…jangan…aaaduuuuhhh…sakiitt…saakiiittt…toooloongg…hentikan…aaddduuuhhhh…..to  loooonnggg…hentikkaaannn….suddaaahhh…adduuuhhh…amp  uuuunnn….sakiiiittt….” Dewi pura-pura merintih kesakitan tapi sangat  menikmati permainan mereka.
“Oooohhhhh…aaachhh…neng…nikmatin…aja….hehehhehe….o  oooohhhhh….memekmu bener-benerrr…..enaaak….belum pernah gua nikmatin  memek yang seenak punyamu neng….oooohhhhhh….” si boss mendesah keenakan.
“Iyaaachhh..nich…bosss…..mulutnya…juga  enak…lembut di kontolku…..hehhehehe…. boss…cepetan dach tuch ngentotin  memeknya…gua juga pengen ngerasain batang gua di jepit memeknya  nich….oooooooohhh….” kata si Abdul.
“Emang loe doang yang pengen  ngerasain jepitan memeknya Dul, gua juga pengen nich,  hehehehehehe…..toketnya….mengkal sekali nich….hhhhmmm…sslllrrpppp….  putingnya udah ngaceng nich boss….nampaknya si eneng nich sudah  terangsang juga….hhhmmm. ….sssllrrrppppp…..sakit tapi enak yach  neng….hehehehhe…..hhhmmm…sssllrrrpppp…,” kata Amir yang sibuk dengan  tetek Dewi.
“hooh….gua juga pengen…nich…kontolku udah ngaceng bener  nich….pengen masuk ke dalam memeknya…..masa…gua cuman ngisepin toketnya  doang…..nich putingnya juga udah ngaceng gua isepin….hehehhee…..” kata  si Komar yang sama-sama sibuk di payudara yang satunya.

Selama  ini belum pernah Dewi mendapat perlakuan kasar seperti sekarang dia  alami, biasanya lelaki yang menyetubuhinya memperlakukannya dengan  lembut, walaupun Bambang pernah memperkosanya tapi tidak sekasar yang  mereka lakukan sekarang ini, Dewi merasakan sakit tapi juga enak, dia  ingin mendesah dan merintih-rintih, tapi dia berusaha menahan mulutnya  untuk tidak mengeluarkan suara desahan atau rintihan. Abdul dan bossnya  semakin gencar mengeluar-masukkan kemaluan mereka di mulut dan vagina  Dewi, keduanya seperti sedang berlomba untuk mencapai puncak kenikmatan  mereka, gerakan mereka berdua bertambah cepat, Dewi semakin bertambah  gelagapan meladeni kemaluan Abdul yang keluar masuk di mulutnya, pipinya  Dewi terlihat menggembung dan mengempis dengan cepat juga seirama  dengan keluar masuk penis Abdul, gerakan merekapun sudah mulai tidak  beraturan, nampaknya Abdul dan sang boss akan segera mencapai puncak  kenikmatan mereka.
“Oooohhhh…neeeenngg….enaaaknya…ngentotin  memeeekkmuuu…..oooohhhh… gua udah gak tahan lagi nich….ooohhhh…gua mau  ngecreeett…..oooohhhh…neeenggg enak. Guaaaa  keluaaaarrr…aaacchhhh….neengg….terimmaaa…pejuh guaaa…nichhh…aahhh  sedaaaappp…..” si boss mengerang panjang.
Creeeettt….creeeettt…creeettt….creeetttt…kontol  si boss menembakkan air maninya di dalam rongga senggama Dewi, Dewi  merasakan betapa hangatnya cairan sperma si boss ini, terlihat si boss  menekan dalam-dalam penisnya bersamaan dengan muncratnya air maninya  itu, tubuh si boss mengejang saat menembakkan spermanya.
Creeeettt….creeeettt….ccreeettt….creeettt….sperma  Abdulpun ikutan muncrat di dalam mulut Dewi, bertepatan dengan penisnya  memuntahkan lahar kenikmatannya Abdulpun menekan penisnya ke dalam  mulut Dewi, Dewi bertambah gelagapan saat penis itu masuk lebih dalam di  mulutnya sehingga menyentuh anak tekaknya dan Dewipun tersedak saat  sperma si Abdul mulai membanjiri kerongkongannya.
“Neeengg….gua juga ngecret nich…oooohhh….telan pejuhku….neng….oooohhhh…” Abdul mengerang menyambut puncak kenikmatannya.
“Uuhuuk…uuuhukk…..aaarrrgghhh….uuuhuukkk…uuhuuukkk ….” Dewi tersedak saat kerongkongannya diterjang sperma si Abdul.
Setelah  tetes terakhir air mani mereka menetes keluar, keduanya hampir  berbarengan mencabut kemaluan mereka masing-masing dari mulut dan vagina  Dewi, sang boss melihat lubang senggama Dewi empot-empotan seperti  pantat ayam, dan dari dalam lubang vagina Dewi mengalir cairan putih  kepunyaannya, spermanya mengalir keluar perlahan-lahan seolah-olah  sedang dipompa keluar oleh lubang senggama Dewi yang sedang  empot-empotan itu.
“Boss…giliran kita nich…ngerasain memeknya dong,” kata si Amir
“Mar,  gua duluan yach ngentotin memeknya si eneng ini, hehehehe loe terakhir  aja yach,” lanjut si Amir, sambil memposisikan tubuhnya di depan  selangkangan Dewi.
“Waahhh….masa gua terakhir sich, kita barengan aja  Mir, loe ngentot memeknya, biar gua yang entot boolnya….hehehehe…pasti  enak juga tuch….gua pengen nyobain kaya di film-film tuch…pasti bool si  eneng masih perawan,” kata si Komar.
“Yach udah kalau loe mau  ngentotin bool si eneng, berarti si eneng harus naikin gua, ayo neng  buruan, gua udah gak tahan pengen ngerasain sempitnya memekmu..hehehehe…  tadikan lubang atas dan bawah loe udah ngerasain kontol-kontol boss gua  dan si Abdul, sekarang lubang depan dan belakang ngerasain kita  punya…hehehehhe,” kata si Amir sambil menarik tangan Dewi untuk bangun  dan menindih tubuhnya.

Si Abdul dan sang boss membantu Amir  dengan memposisikan tubuh Dewi diatas tubuh si Amir, dan memposisikan  selangkangan Dewi diatas selangkangan Amir, Amir mendapatkan bantuan  dari si Abdul dan sang boss, melepaskan pegangannya pada Dewi dan mulai  memegangi penisnya sendiri, dia pegangi penisnya sehingga berdiri tepat  berhadapan dengan vagina Dewi, kepala penisnya dia arahkan ke lubang  vagina Dewi dan diselipkannya…sssslllleeeeeeppppp…kepala penis itu pun  terjepit oleh vagina Dewi,
“Uuuaaaahhhh…bener….kata si boss  nich...memeknya rapet…hehehehe…Dul…tekan tubuh si eneng kebawah dong...  hehehehe….biar si ujangku masuk kedalam memeknya” kata si Amir.
Si  Abdul dengan dibantu si boss mulai menekan tubuh Dewi kebawah,  dan..bblllleeesssss penis si Amir tertelan seluruhnya oleh vagina Dewi,  Komar yang melihat vagina Dewi sudah menelan penis Amirpun mulai  menghampiri mereka, didorongnya tubuh Dewi hingga jatuh dalam  pelukannya. Amir segera memeluk tubuh Dewi dengan erat sehingga Dewi  sulit untuk berontak, lalu Komar menyelipkan penisnya ke lubang anus  Dewi….ssslleeeeppppppp…..kepala penisnya mulai menyeruak masuk di lubang  anus Dewi, tanpa menunggu lama lagi Komar yang memang sudah sangat  bernafsu itu segera menghentakkan kontolnya kuat-kuat,  bbbblllleeeeeeesssssssss……penis itu masuk seluruhnya di dalam lubang  anus Dewi.
“Aaadddduuuhhhhh……..saaakiiittt…..aaduuuuhhh….ssud  aaahhh…cabut…pantatku sakit  adduuuhhh….aampuuunn…sudaah…ammpuuunn…jangan…terus in..aduuhh….” Dewi  berpura-pura kesakitan padahal dia sedang merasakan keenakan di terobos  oleh kedua batang kemaluan mereka.
“Wuuihhh….emang belon pernah ada  yang pakai nich boolnya si eneng, asli masih  rapet-pet…hehehehhee…beruntung gua dach dapatin lobang yang masih  perawan…uuuhhhh gillaaaa….ngempot juga nich bool kaya boolnya  ayam…hahahahaha…Mir…enak juga nich dapetin bool si eneng” Kata si Komar
“Uuuuhhh…memeknya  tambah sempit aja nich, gara-gara kontolmu nyumpalin boolnya tuch,  emang enak nich memek si eneng, jarang dipake ama lakinya kita yang  beruntung jadinya ngerasain rapetnya memek si eneng…hehehehe…” kata si  Amir.
“Mar, boolnya masih perawan tar gua mau nyobain juga  ach….memeknya masih rapet seperti memek perawan, eeehhh…boolnya juga gak  pernah ada yang pakai, komplit dach si eneng nich punya dua lubang yang  satu jarang dipake yang atunya masih perawan…” kata si boss.
“iyach  nich boss, sepertinya baru kita nich yang pakai, rapet bener nich  boolnya…enak boss, boolnya juga ngempot nich  boss….uuuuiiihhh…nikmaaaaat….ooooohhhh….” kata Komar lagi sambil mulai  mengeluar masukkan kontolnya itu dalam lubang anusnya Dewi.
Dengan  kedua tangan memegangi pinggang Dewi, Komar mulai memaju-mundurkan  tubuhnya Dewi dengan cepat, sehingga kedua batang kemaluan mereka dengan  cepat keluar masuk di dalam lubang memek dan anus Dewi, Komar dan Amir  melenguh keenakan merasakan sempitnya lubang-lubang Dewi, Dewi sendiri  merasakan enak disetubuhi oleh mereka ini,
sssrrrttttt…blleeeess….srrrrttt…bbleesss….sssrrtt… .bleesssss nampak  kedua batang kemaluan Amir dan Komar bagaikan piston mesin keluar masuk  di kedua lubang Dewi dengan cepatnya.
“Uuuggghhh….bener…enak..nich..si  eneng…ooohhh…kontolku kejepit bener nich ama memek si  eneng….oooohhh….hhhmmmm….ssslllrrrppp….ooohh…hhhmm m…ssllrrrppp  …oooohhh….hhhmm….sssllrrrpppp….” Amir melenguh sambil mulutnya sibuk  menghisap-hisap payudara Dewi yang tepat bergantungan di depan wajahnya,  kedua tangannya juga ikut meremas-remas kedua gunung kembar Dewi itu.
“Adduuuhhh….sudaaaahhh…saaakiiittt….aaaduuuhhh…aaa  mmppuuunn…saaakiitt… sudaaaahhh…baaanggg….caabuuuttt…punya  kaliann….aaduuuhhh…” Dewi merintih pura-pura kesakitan padahal dia  merasakan enak yang luar biasa disetubuhi oleh mereka dengan kasar dan  cepat.
“Eeehh…neng…nikmatin aja batang-batang kita ini….hehehee….ntar  juga gak sakit lagi yang ada malah enak, oooohhh…..neng…ooohhh…boolmu  enak…bener nich…ooohhh… jarang dipake sich si eneng…jadi kesakitan  dientot kita-kita….hehehhee….oooohhh….  sedaaaaapppp….nikmaaaattt….ooooohhh…,” Komarpun melenguh keenakan.
“Gimana  neng, enak gak dientot oleh dua orang sekaligus….hahahahaha…pasti enak  yach, kasihan si eneng biasanya jarang di entot yach, sekarang begitu  dientot sekaligus dua orang yang ngentotin…pasti enak…yach…” si boss  berkata pada Dewi, sambil memegangi dagu Dewi.
“Ampuun..baannggg…ampppuunnn….sudaaaahhh…baang…jan  gann perkosa saya lagi aaddduuuhhhh…sakkkiiittt…..” Dewi berkata  pura-pura minta di hentikan entotan mereka di kedua lubangnya, tapi  dalam hatinya dia memohon untuk jangan berhenti mengentotin dirinya.
“Hahahahaha…kenapa  minta berhenti….kan si eneng jarang dientot ama lakinya, biar kita aja  yach yang bantuin ngentotin….kasihan kan tuch memek kaga pernah ada yang  tengokin ama ngairin….hahahahaha…tenang neng…waktu kita masih  panjang…kita akan bikin eneng puas,” kata si boss lagi.
Sementara itu  Komar semakin cepat menggerakkan tubuh Dewi maju mundur, sehingga  penisnya dan penis Amir semakin bertambah cepat keluar-masuk di kedua  lubang Dewi. Dewipun semakin merintih-rintih berpura-pura kesakitan,  Komar dan Amirpun melenguh-lenguh keenakan merasakan jepitan lubang anus  dan vagina Dewi yang sempit, sementara itu Abdul dan sang boss mulai  terangsang, batang-batang kemaluan mereka mulai bangun kembali, nafsu  birahi mereka timbul kembali menyaksikan aksi kedua teman mereka yang  sedang menggarap tubuh sexy Dewi.

“Addduuuuhhh….sudaaaahh…ssuddaaahh…ampppuunnn….tol  ong hentikan…aduuuhhh aamppuunn…” Dewi merintih pura-pura kesakitan  padahal sedang merasa keenakan di genjot oleh batang-batang kemaluan  Amir dan Komar.
“Aaaacchhhh…neng…kalau enak bilang enak ajach  ngerasain di entot kita-kita, oooohhh sedaaappp…nikmaaatt…bosss…mulutnya  bawel juga tuch minta dientot juga kali…. Hehehehe….masukin aja  kontolmu tuch kedalam mulutnya, lagian kontolmu udah ngaceng lagi tuch  boss…hehehehe...biar si eneng nich makin ngerasa keenakan… ooohhhhhh….”  Kata si Komar sambil mengerang keenakan.
Terlihat si boss menghampiri  wajah Dewi, kontolnya yang sudah ngaceng itu di sodorkan ke mulutnya  Dewi, dan dengan cepat penisnya masuk kedalam mulut Dewi yang sedang  merintih-rintih pura-pura kesakitan, sekarang ke tiga lubang Dewi sudah  terisi oleh batang-batang kemaluan mereka, dan si boss hanya memegangi  kepala Dewi saja karena tubuh Dewi yang bergerak maju-mundur akibat  dorongan tangan si Komar di pinggang Dewi, sehingga sang boss tidak  perlu repot untuk memaju-mundurkan penisnya di mulut Dewi.
“Uuaaaahhh….lembutnya  nich bibir si eneng, ayo neng kenyot-kenyot kontolku…mending tuch mulut  di pakai ngenyotin kontolku daripada merintih kesakitan melulu…hehehe…  oooohhh…sedaaappp….yaaacchhh…kenyot…ayooo jangan malu-malu  kenyot…..ooohhh nikmatnya mulutmu neng,” kata si boss yang merasakan  enak kontolnya keluar-masuk di mulut Dewi.
“hhmmmm….hhhmmmm….hhhmmmm…..ggllleeekkkk…..hhhmmm m…gllleekkkk….” Dewi bergumam.
Ketiga  batang kemaluan mereka yang memenuhi ketiga lubangnya membuat Dewi  semakin keenakan, tetapi sampai saat ini Dewi tetap pura-pura kesakitan,  dia pura-pura tidak mau meladeni permainan mereka padahal sesungguhnya  Dewi merasakan nikmat luar biasa merasakan perlakuan kasar mereka ini,  sebetulnya dia ingin berteriak kepada mereka untuk mempercepat  sodokan-sodokan mereka di kedua lubangnya. Ia sudah mendekati puncak  kenikmatannya, lubang vaginanya semakin berdenyut, gelegak lahar  kenikmatannya sudah di ambang pintu bersiap untuk muncrat keluar, tetapi  Dewi harus bersabar untuk tidak memperlihatkan pada mereka bahwa  dirinya akan segera mencapai puncak kenikmatannya akibat sodokan-sodokan  batang kemaluan mereka sampai dia yakin ke empat orang itu betul-betul  takluk dan tunduk pada dirinya. Komar semakin menggila, kedua tangannya  semakin cepat mendorong dan menarik tubuh Dewi, dibarengi dengan gerakan  pantatnya yang menghujam saat dia menarik pinggang Dewi, sehingga  penisnya menghujam dalam-dalam di lubang anus Dewi, Komar merasakan  puncak birahinya akan segera ia raih, gerakannyapun semakin bertambah  cepat dan kasar, Amir sendiri terlihat mengangkat pantatnya saat Komar  menarik tubuh Dewi, sehingga penisnya juga semakin menyeruak masuk di  lubang senggama Dewi,
Amirpun merasakan hal yang sama puncak kenikmatannya akan segera ia rengkuh.
“Mar…cepetin  gerakan tanganmu itu…oooohhh…gua mau ngecret…nich…aaahhh…gak tahan lagi  nich kontolku dijepit memeknya neng ini……enaaaakkk…beneerr…cepet…Mar.  cepet….uuuuuggghhh……gilaaaaa…..memeknyaa….oooogghh h….guaaaaa…ngecret..
Dach…oooohhh……neng…terima…pejuhku…nich….oooohhhh…. ,” Amir mengerang menyambut puncak kenikmatannya.
Ccreeeeettt….ccreeett…creeeeett….ccreeett….ccreeet  t…..kontolnya Amir memuntahkan lahar kenikmatannya di dalam relung  senggama Dewi, Dewi merasakan dinding rahimnya menjadi hangat oleh  semburan sperma Amir.
“udah ngecret…loe….Mir….oooouuugghhh…enak…gua  juga mau ngecret nich…kontolku juga..enaaakkk dijepit  boolnya….ooohhh…neng….gua juga mau keluar…nich….ooohhh.. enak…ngentotin  boolmu neng….aaahhh…..neng…terimaaaa….spermaku…nich….aaah h  nikmaaaaat….aaaahhh…..neng…..aaahhh….neng…..” Komarpun mengerang saat  penisnya menyemburkan air maninya membasahi lubang anus Dewi.
Creeeettt…creeettt….creeettt…creettttt….creeettt….  penis Komar menembakan sperma di lubang anus Dewi, Dewi merasakan  hangat di dinding duburnya. Saat Komar dan Amir mencapai puncak  kenikmatannya, ia sendiripun mengalami puncak kenikmatannya, hanya ia  menahan agar tidak mengeluarkan erangan nikmat saat mencapai puncak  kenikmatannya tersebut, tanpa disadari oleh Amir dinding vagina Dewi  berdenyut kencang saat menyemburkan lahar kenikmatannya, Amir juga tidak  menyadari batang kemaluannya menjadi hangat karena saat itu dia sedang  meresapi nikmatnya batang kemaluannya mengeluarkan spermanya.  Sssrrrrr…sssrrrr…sssrrrrrr… .vagina Dewi menyemburkan lahar  kenikmatannya membanjiri lubang senggamanya dan membasahi penis Amir  yang sedang berada dalam jepitan vaginanya.
“hehehehe…giliran kita  lagi nich ngentotin si eneng ini….ayo Dul, giliran kita bikin si eneng  ini puas dientot…gua mau nyobain boolnya….hehehehe…memeknyakan udah gua  cobain tadi, sekarang gua mau nyobain jepitan liang boolnya nich….” Kata  si boss.
“Ayoo…bos…gua juga pengen ngerasain jepitan memeknya, tadi  gua cuman di emut pake mulutnya sekarang gua pengen kontolku ini di emut  memeknya…hehehehe…” jawab si Abdul.
Abdul mulai merebahkan tubuhnya,  kontolnya yang sudah sangat tegang dia pegangi dengan tangannya  sehingga tegak mengacung, tanpa membuang waktu lagi si boss menarik  tubuh Dewi dan menaikkan ke atas tubuh si Abdul. Abdul langsung  menempatkan kontolnya ke selangkangan Dewi, kepala penisnya bersentuhan  dengan bibir vagina Dewi, dan mulai menekan bibir vagina Dewi. Si boss  mengarahkan lubang senggama Dewi agar tepat berhadapan dengan penis si  Abdul, setelah melihat kepala penis Abdul berada tepat di posisinya  dengan sekali hentakan si boss menekan pantat Dewi ke bawah sehingga  penis Abdul lenyap di telan lubang senggama Dewi, Dewi melenguh panjang  akibat sentakan sekaligus tersebut.i Abdulpun mengerang keenakan saat  penisnya langsung tenggelam di lubang senggama Dewi.“aaaaaaawwwww…,” lenguh Dewi.
“Uuuuggghhhh…gilaaaa….bosss…bener-bener…rapet..nich….  memek…..uuuuuggghhhh kontolku kejepit  sekali…..uuuugghhh…enaaaakk….bosss…enaaakkk…memek si eneng  nich…hehehehe…gak percuma kita ngerampok rumahnya dapet memek begini  sich…” kata si Abdul.
“Khan gua bilan dari tadi…emang memeknya si  eneng ini rapet sekali….hehehehe…tahan jangan goyang dulu loe…gua mau  masukin kontolku nich…hehehehehe…..ke boolnya… coba rapetnya sama gak  sama memeknya….tahan….neng…hehehhe..terima nich kontolku…hehehehe….”  Kata si boss sambil menempatkan kontolnya di lubang anus Dewi.
Sleeepppp….kepala  penis si boss terselip di lubang anus Dewi, dan dengan sekali hentakan  kuatnya menancapkan penisnya ke dalam anus Dewi sementara kedua  tangannya memegangi pinggang Dewi dan menahannya agar tidak maju saat  dia menyodokkan penisnya itu …blleeeessssssss…. penis si boss pun  tenggelam di dalam lubang anus Dewi.
“Aaaarrrgghhh…..aaaadddduuuhhhh…..aaaaddduuuuuhhhh …..” Dewi kembali melenguh.
“Ooouuugggghhh….gilaaaa…nich  boolnya rapet jugaaa….biar udah dimasukin kontol si Komar tapi masih  rapet sekali…oooouuggghhhh…..” Si Boss mengerang.
“Hooh….memeknya  juga masih rapet nich boss, padahal udah kontol-kontol kalian udah  menyodok-nyodoknya….hehehehehe….apalagi sekarang kontolmu sedang ada di  boolnya jadi tambah sempit nich memek….gak rugi kita boss masuk ke rumah  ini….” Kata si Abdul.
“Ssshhhhh…Tahan….jangan gerak dulu  kalian…ssshhhhh,” tiba-tiba Dewi berkata pada si boss dan si Abdul saat  si boss hendak menggerakkan pinggangnya.
Anehnya si boss langsung  menuruti perkataan Dewi, nampaknya ilmu Ki Jaya sudah mengena pada diri  si boss, merasakan bahwa si boss menghentikan gerakannya. Dewi tahu  bahwa ilmu Ki Jaya sudah bekerja pada mereka semua.
“Mulai sekarang kalian harus patuh samaku,” lanjut Dewi.
“Iyach neng….yang penting kita di kasih kenikmatan sama si eneng aja dach,” jawab mereka serempak.
“Baiklah, sekarang kalian berdua entotin aku sampai puas….” Kata Dewi sambil tersenyum.
“Baik…neng…akan kami lakukan..permintaan si eneng….kami akan bikin si eneng merem-melek….” kata si boss sambil menyeringai.

Dewi  mulai memaju-mundurkan pantatnya sehingga kedua batang kemaluan yang  sedang menyumpal kedua lubangnya itupun keluar masuk dengan sendirinya.  Si boss dan Abdul dibuatnya merem-melek oleh gerakan Dewi tersebut,  Abdul mulai mengimbangi permainan Dewi, kedua payudara Dewi yang jadi  sasaran serangannya. Gunung kembar yang bergoyang di depan matanya  segera ia raih dan Abdul mulai meremas-remas keduanya dengan penuh nafsu  dan kasar, membuat Dewi melenguh-lenguh menikmati remasan-remasan kasar  tangan Abdul di kedua payudaranya, tak hanya kedua tangannya saja yang  bergerak mulutnyapun mulai ikut membantu menyerang kedua bulatan dan  kedua putingnya, silih berganti kedua putingnya dan bongkahan itu ia  hisap-hisap kuat. Si boss tidak mau ketinggalan kedua tangannya mulai  meremas-remas pantat Dewi kadang-kadang menampar-nampar pantat itu  sehingga kedua bongkahan pantat Dewi yang putih menjadi kemerahan akibat  tamparan-tamparan telapak tangan si boss. Dewi semakin melenguh  menikmati permainan kasar kedua orang ini.
“Ooouugghhh…teruuuss…terusss…yacch….tampar…pantatk  u…ooohh…hisaaapp..tetekku…oooohhh…terusss..tteruuu  sss…aaachhh…nikmat…oooggghhh….tekan lebih dalam  kontolmuuuu…ooouugghh…iyyaaaachhh…begituuuu…puaskk annn…akuu….” Lenguh  Dewi.
Dorongan tubuh Dewi kebelakang di sambut dengan gerakan si boss  yang memajukan pantatnya sehingga batang kemaluannya melesak lebih  dalam di lubang anus Dewi, membuat Dewi tambah keenakan akibat ulah si  boss itu, belum lagi dengan tamparan-tamparan halus yang silih berganti  menghajar bongkahan pantat Dewi kiri dan kanan, Komar dan Amir yang  menyaksikan aksi Dewi yang heboh mulai kembali terbangkit nafsu  birahinya, batang kemaluan mereka perlahan-lahan mulai bangkit kembali,  tak menunggu lama batang kemaluan mereka sudah ngaceng sempurna, Dewi  yang sedang menikmati kedua lubangnya disodok-sodok penis Abdul dan si  boss melihat batang kemaluan Komar dan Amir yang kembali ngaceng.
“Ehh..kaliaaan….kemariii…cepatt…..aku  pengen ngemutin kontol-kontol kalian….oooohhh  aaaccchhh…ssshhh….cepppaaatt…yang lebih keraaaass…aacchhh..tekaaan…yang  lebih kerasss…lebih dalamm…ooouuugghhh….” Dewi mengerang.
Tanpa  disuruh dua kali kedua orang itu menghampiri Dewi yang sedang asyik  berguncang-guncang menikmati sodokan-sodokan kedua teman mereka, Komar  mengambil posisi di sebelah kiri Dewi sedangkan Amir di sebelah kanan  Dewi, hampir berbarengan keduanya mengasongkan penisnya masing-masing  kehadapan Dewi, sambil masih asyik memaju-mundurkan pantatnya, kedua  tangan Dewi mulai meraih kedua batang kemaluan Komar dan Amir, kedua  tangannya mulai mengocok-ngocok batang kemaluan mereka, mulutnyapun  mulai ikut bermain, batang kemaluan Komar yang mendapat giliran pertama  di emut oleh mulut Dewi. Komarpun melenguh merasakan emutan mulut Dewi  di penisnya, sementara Amir mendesah merasakan kocokan tangan Dewi, puas  dengan ngemutin penis Komar, giliran penis Amir yang diserbunya,  begitulah silih berganti kedua batang kemaluan Komar dan Amir di  emut-emut dan dijilat-jilat oleh mulut dan lidah Dewi, keduanya  merem-melek menerima perlakuan Dewi pada batang-batang kemaluan mereka.

Malam  itu Dewi betul-betul merasa puas sekali bersetubuh melawan ke empat  orang ini, silih berganti penis-penis mereka mengisi semua lubang-lubang  yang dimilikinya, jika si boss sedang memakai vaginanya maka si Amir  yang ngentotin lubang anusnya, lalu mulutnya di isi oleh penis si Komar,  jika si Abdul sedang menyodominya maka giliran si Komar menyodok  vaginanya dan si boss menyodok-nyodok mulutnya. Entah berapa kali lahar  kenikmatan Dewi tumpah malam ini melayani nafsu birahi para lelaki  perampok itu. Begitupula dengan ke empat orang perampok itu entah sudah  berapa kali penis-penis mereka memuntahkan air maninya di dalam  relung-relung vagina Dewi. Persetubuhan yang mereka lakukan akhirnya  terhenti saat mau memasuki adzan subuh, akhirnya ke empat orang itu  meninggalkan rumah Dewi setelah terlebih dahulu meninggalkan nomor HP  mereka kepada Dewi, bila suatu saat Dewi membutuhkan mereka untuk apa  saja mereka akan datang untuk membantu Dewi, dan merekapun keluar dari  rumah Dewi dengan tangan kosong, tanpa membawa sesuatu benda apapun dari  rumah Dewi, tapi atas jasa-jasa mereka yang telah memberikan kepuasan  kepada Dewi, Dewi menghadiahi mereka sejumlah uang.

Desahan Ibu Vivin

Diposkan oleh Barbie Najwa

Desahan Ibu Vivin - Selalu saja cerita tante girang tercipta jika keharmonisan rumah tangga tidak dijaga, seghingga muncul tante gira tante girang baru yang penarasan dengan kepuasan terhadap pria lain. Cerita ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja. Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, “Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat”, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.


Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Vivin namanya. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Vivin bertanya, “Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..”
“Itu apanya Bu?” tanyaku.

Memang dalam kesehari-harianku, ibu Vivin tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,
“Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku”, kataku.
“Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri”, kata Ibu Vivin.

Begitu dekatnya aku sama Ibu Vivin sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah. Siang itu tepat jam 11:00 siang saat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku pergi ke arah dapur.

“Eh Ibu Vivin, nggak ngajar Bu?” tanyaku.
“Kamu kok nggak kuliah?” tanya dia.
“Habis sakit Bu”, kataku.
“Sakit apa sakit?” goda Ibu Vivin.
“Ah.. Ibu Vivin bisa aja”, kataku.
“Sudah makan belum?” tanyanya.
“Belum Bu”, kataku.
“Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya”, katanya.
Dengan cekatan Ibu Vivin memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Vivin nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.

“Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu?” tanyaku.
“Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu”, katanya.
“Oh kalau gitu Ibu Vivin masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis”, kataku.
“So pasti dong”, katanya.

“Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kawin”, dengan enaknya aku nyeletuk.
“Aku bersedia kok”, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya. Ibu Vivin agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Vivin kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.
“Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Vivin”, kataku.
“Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu”, katanya.
Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Vivin terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan, “Aku sayang kamu, Ibu Vivin”, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.

Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup.. dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, “Aah.. cup.. cup.. cup..” dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.
“Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Vivin aja ya!
Kubisikkan Ibu Vivin, “Vivin kita ke kamarku aja yuk!”.
Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak.. indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya. “Ah.. ssh.. terus Ian”, Ibu Vivin tidak sabar lagi, BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian, “Aah.. ssh..” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia tepat menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, “Aah.. aku juga sudah mulai terangsang.

Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu.. cantiknya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, “Aah.. uh.. ssh.. Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi”, sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Vivin juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku. “Oh.. besar amat”, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku, “Uuh.. uh.. shh..” dengan cermat aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut. Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya, “Aah.. uh.. ssh.. terus Ian”, Vivin mengerang. “Aku juga enak Vivin”, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut, “Assh.. oh.. ah.. Vivin terus sayang”, dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, “Aahk.. uh.. ssh..” sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku, “Aakh.. sshh.. pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan”, katanya. “Haa..” aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci. Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Blesst, “Aahk..” teriak Vivin, kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Vivin.. “Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. aku mau keluar Ian”, katanya. “Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh..” kataku. Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan.. “Crot.. crot.. cret..” banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya. “Aakh..” aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya. Dengan lembut dia cium bibirku, “Kamu menyesal Ian?” tanyanya. “Ah nggak, kitakan sama-sama mau.” Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Vivien menjadi pacar gelapku. demikian posting komunitas tante girang kali ini, semoga bermanfaat bagi anda semua. sampai jumpa.